diposkan pada : 22-12-2021 01:00:00

Dilihat : kali

Menurut penelitian FARE menunjukkan bahwa sekitar 1 dari setiap 13 anak alergi terhadap setidaknya satu makanan. Sekitar 40 persen dari anak-anak itu pernah mengalami reaksi parah yang mengancam jiwa.

Permasalahannya adalah kebanyakan orang tua, termasuk Bunda, tidak mengetahui apakan anaknya alergi atau tidak. Itulah mengapa penting bagi orang tua untuk waspada terhadap tanda-tanda alergi makanan pada anak.

Lalu, bagaimana Bunda bisa tahu jika anak alergi makanan?

Kali ini Busuisehat.com akan membahas mengenai gejala alergi yang harus Bunda tahu demi keselamatan Si Kecil.

Penyebab Alergi Makanan

Ketika seorang anak memiliki alergi makanan, sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan, menghasilkan antibodi terhadap makanan seolah-olah itu adalah virus yang berbahaya. Reaksi kekebalan inilah yang menghasilkan gejala alergi.

Makanan pemicu alergi yang paling umum adalah: 

  • kacang tanah dan kacang pohon (kenari, almond, kacang mete, pistachio)
  • susu sapi
  • telur
  • makanan laut (ikan, udang, kerang, atau lobster)
  • kedelai
  • gandum

Gejala Alergi Pada Anak

Sebagian besar, alergi makanan dapat memengaruhi pernapasan, saluran usus, jantung, dan kulit anak. Seorang anak dengan alergi makanan akan mengalami beberapa gejala sekaligus dalam beberapa menit sampai satu jam setelah mengonsumsi makanan pemicu alergi. Adapun gejalanya sebagai berikut. 

Gejala Ringan

Bagi beberapa orang, mengonsumsi makanan tertentu dapat menimbulkan alergi. Setiap anak juga dapat mengalami gejala yang bervariasi. Beberapa anak menujukkan gejala ringan terhadap makanan tertentu seperti: 

  • hidung tersumbat atau pilek
  • batuk
  • diare
  • pusing
  • gatal di sekitar mulut atau telinga
  • mual
  • merah pada kulit disertai benjolan atau ruam 
  • sesak napas
  • bersin
  • sakit perut
  • rasa aneh di mulut
  • muntah

Gejala Anafilaksis (Parah)

Beberapa anak mengalami reaksi alergi yang parah, yang disebut anafilaksis, sebagai respons terhadap makanan seperti kacang atau kerang. Segera hubungi dokter jika anak Bunda menunjukkan gejala berikut:

  • nyeri dada
  • pembengkakan pada bibir, lidah, atau wajah
  • pingsan
  • sesak napas (mengi)
  • pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan
  • kesulitan menelan
  • tubuh membiru
  • denyut nadi lemah
  • diare berlebihan

Itulah penjelasan mengenai penyebab dan gejala alergi makanan pada anak. Jika anak Bunda mengalami gejala tersebut segera periksakan Si Kecil ke dokter agar mendapatkan penanganan yang baik. Selain itu, penting untuk menghindari makanan penyebab alergi pada anak agar kesehatannya tidak terganggu. 

Jika anak Bunda alergi terhadap susu sapi atau susu formula, sebaiknya diberikan ASI agar nutrisinya tetap terpenuhi. Terlebih ASI mengandung antibodi yang baik untuk mencegah alergi pada anak. Untuk mendukung program tersebut, berikan ASI hingga anak berusia 2 tahun.

jual obat penambah ASI dan Cara Pumping ASI di Nusa Tenggara Barat

Posting by Admin

jual obat penambah ASI dan Cara Pumping ASI di Nusa Tenggara Barat Bentuk Puting Berakibat Pada Lancarnya ASI Bunda Loh! Pada saat menyusui, Bunda sering was-was terhadap model puting yang tidak lazim.  “Nanti ASI saya banyak tidak ya?” atau  “Kira-kira anak saya sulit menyusu tidak ya?’ Semua pertanyaan itu mungkin sering terbayang dalam pikiran Bunda. Daripada khawattir terus, sebaiknya Bunda mencari tahu mengenai aneka macam puting akan berpen



38 Kali