diposkan pada : 22-12-2021 00:27:00

Dilihat : kali

Perjuangan Bunda mengandung selama 9 bulan merupakan hal yang indah. Menantikan kehadiran Si Kecil terlahir di dunia adalah penantian yang luar biasa. Perjuangan Bunda juga tidak berhenti sampai di situ. Bunda harus memberikan kasih sayang penuh pada Si Kecil dan memenuhi seluruh nutrisi yang dibutuhkan bayi. 

Ada berbagai tantangan yang biasa bunda alami ketika masa menyusui. Salah satunya adalah payudara terasa keras dan bengkak saat menyusui. Biasanya Bunda akan merasakan nyeri pada payudara Tak jarang hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman bagi Bunda. 

Apa ya penyebab payudara Bunda keras dan bengkak??

Payudara keras dan bengkak setelah melahirkan merupakan hal yang wajar, Bunda. Pembengkakan pada payudara ini akan menimbulkan rasa nyeri di area puting dan areola.  Sering kali kondisi ini membuat Bunda sering merasakan nyeri saat menyusui. 

Ketika volume ASI bertambah (biasanya terjadi pada hari ke-2 hingga hari ke-6 setelah melahirkan). Biasanya payudara akan lebih besar, berat, dan hangat. Hal ini yang membuat payudara Bunda jadi terasa keras. Ini sering membuat Bunda tidak nyaman. Namun, keadaan ini normal. 

Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE.

Selama masa awal kelahiran, payudara Bunda bengkak karena produksi ASI meningkat. Kondisi ini akan terjadi selama beberapa lama dan nyeri akan hilang secara perlahan.

“Karena pada masa ASI transisi (di hari 4 hingga 6 pasca melahirkan) volume ASI meningkat secara drastis, dan di awal-awal pasca melahirkan kita terkadang sering merasakan let down reflex atau refleks pengeluaran ASI yang membuat sensasi payudara penuh, terasa geli, dan kesemutan pada payudara. Seiring dengan waktu, Bunda akan terbiasa dan semakin nyaman ketika menyusui. Sehingga Bunda sering tidak merasakan atau tidak sadar terjadi refleks ini.”

Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE.

Ada beberapa tips yang bisa Bunda lakukan untuk mengurangi dan mencegah pembengkakan dan keras pada payudara Bunda.

Ada beberapa tips yang bisa Bunda lakukan untuk mencegah dan mengurangi payudara keras dan bengkak. Pertama, pastikan posisi dan perlekatan bayi dalam keadaan baik. Kedua, biarkan bayi menyusu sesuai keinginan, jika nayi tidur lama, lakukan pumping minimal 2 kali sepanjang malam. Perlu diingat, jangan biarkan payudara penuh selama lebih dari 5 jam. Ketiga, saat menyusui, biarkan bayi menyelesaikan menyusu di payudara pertama terlebih dahulu sebelum menawarkan payudara yang lain,”

Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE.

Selama proses menyusui, Bunda bisa mengonsumsi ASI Booster untuk menjaga kualitas dan kuantitas ASI.

Selama proses pemberian ASI, Bunda harus bersabar dan tetap tenang ya. Hindari stres dan istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan Bunda.

Penuhi kebutuhan ASI bunda agar si kecil bertumbuh dan berkembang dengan baik.

jual obat ASI Mampet di Jakarta

Posting by Admin

jual obat ASI Mampet di Jakarta Bentuk Puting Berpengaruh Terhadap Kelancaran ASI Bunda Loh! Saat masa menyusui, Bunda sering khawatir terhadap model puting yang tidak lazim.  “Nanti ASI saya banyak tidak ya?” atau  “Kira-kira anak saya sulit menyusu tidak ya?’ Semua pertanyaan itu bisa jadi selalu terbayang di benak Bunda. Daripada merasa khawatir berlebihan, alangkah baiknya Kita cari tahu mengenai bentuk puting dan sebe



49 Kali